4 Jenis Olahraga Terbaik untuk Mengurangi Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut hipertensi tidak bisa disembuhkan, tetapi Anda bisa mengendalikan gejalanya. Justru jika dibiarkan, tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan stroke, serangan jantung, dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya. Selain menjaga pola makan sehat, Anda juga perlu berolahraga lebih teratur untuk menurunkan tekanan darah. Jenis olahraga apa yang dapat mengurangi tekanan darah?

Pilihan olahraga untuk mengurangi tekanan darah

Cardio

Kardio baik untuk membakar lemak dan menjaga kesehatan jantung. Kardio sendiri adalah jenis latihan yang mengharuskan tubuh untuk terus bergerak sehingga meningkatkan detak jantung.

Jantung terdiri dari otot-otot yang harus bergerak menjadi lebih kuat dan lebih kuat. Ketika otot jantung kuat, pembuluh darah dapat mengalirkan darah lebih banyak dan lebih cepat sehingga mereka dapat mengalirkan lebih banyak oksigen ke sel-sel otot. Pada saat yang sama, ini memungkinkan sel-sel tubuh untuk membakar lebih banyak lemak selama latihan dan saat istirahat. Termasuk lemak yang menyumbat pembuluh darah. Inilah yang membuat cardio pilihan yang tepat sebagai olahraga untuk menurunkan tekanan darah.

Contoh pelatihan kardio adalah berjalan, jogging, menari, aerobik, hingga berenang.

Angkat beban

Prinsip mengangkat beban untuk mengurangi tekanan darah mirip dengan kardio. Padahal, angkat beban sebenarnya lebih efektif untuk membakar lemak. Penelitian Penn State melaporkan bahwa angkat beban dapat membakar 3 pon lebih banyak lemak daripada dengan latihan aerobik (yang termasuk jenis latihan kardio).

Ahli kesehatan dan olahraga sepakat bahwa menggabungkan satu set cardio dengan angkat berat bahkan lebih efektif dalam mencapai pengurangan ketegangan yang optimal. Dilansir dari Health, penelitian dari Duke University menemukan bahwa partisipan yang melakukan kombinasi sesi latihan kardio dan berat mampu membakar lemak hingga 7 kilogram setelah rutin 47 menit latihan setiap minggu.

Anda bisa mulai dengan mengangkat mini barbell di rumah atau menggunakan mesin angkat berat di gym. Tetapi yang terbaik adalah memulai dengan lambat dan diawasi oleh pelatih pribadi. Mengangkat beban yang terlalu berat secara sembarangan sebenarnya dapat meningkatkan tekanan darah ke tingkat yang lebih berbahaya,

Olahraga isometric

Jenis latihan ini jarang terdengar, tetapi efektif dalam mengurangi tekanan darah. Latihan ini melibatkan kontraksi otot jantung, tetapi tidak berlebihan seperti angkat berat. Contoh olahraga isometrik sederhana yang dapat Anda lakukan setiap hari adalah memegang bola tenis dengan erat dan berpola. Mulai perlahan dan tingkatkan intensitas dari waktu ke waktu. Tapi ingat, jangan berlebihan

Yoga

Hubungan antara yoga dan penurunan tekanan darah tidak diketahui. Meski begitu, yoga dapat mengurangi stres, yang merupakan salah satu faktor risiko peningkatan tekanan darah. Anda bisa mulai dengan menguasai pose yoga dasar.

Berapa lama Anda harus berolahraga untuk menurunkan tekanan darah?

Setiap orang disarankan untuk berolahraga setiap hari. Tidak perlu sulit, cukup dengan berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau futsal hemat dengan teman-teman dari kantor.

Di Indonesia, Anda disarankan berolahraga 150 menit seminggu atau 30 menit setiap hari atau setidaknya 3-5 kali seminggu. Kali ini Anda dapat berbagi secara teratur setiap hari. Jika Anda belum pernah berolahraga secara teratur, bagilah beberapa sesi selama satu hari. Misalnya, 15 menit untuk dua kali sehari (pagi dan sore), atau 10 menit 3 kali sehari (lari pagi, pemanasan di kantor saat makan siang, dan yoga sebelum tidur).